KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
237. Alexander VII (1655-1667)
Aleksander lahir di Siena, Tuscan pada 13 Februari 1599 dengan nama Fabio Chigi. Dia seorang doctor di bidang teologia, filsafat dan hokum dari Universitas Siena. Paus Innosensius X mengangkatnya sebagai menteri sekretari Negara. Ketika Innosensius wafat, Aleksander terpilih menjadi paus pada 7 April 1655 dan ditahbiskan pada 18 April 1655.
Masa pontidikatnya digoncang oleh pertentangan dengan Louis IV dari Perancis dan Kardinal Mazarin yang berusaha mendirikan Gereja Nasional yang independen di Perancis. Dalam berbagai kesempatan, Aleksander dipaksa untuk tunduk pada penghinaan dari Perancis. Ia menentang dan mencela ide-ide Jansenisme yang telah membuat kemajuan menakjubkan di Perancis. Ia memelihara kepentingan-kepentingan keluarganya dengan membiarkan mereka mengembangakn hartanya –yang memang sudah menggunung- melalui batasn-batasn yang rasional. Ia menyambut penganut Katolik baru. Ratu Katarina dari Swedia, ke Roma dan mengundangnya untuk tinggal di sana. Ratu telah melepaskan takhtanya lalu mengabdikan hidupnya pada hal yang religius. Ia selalu senang dengan kebaikan paus meskipun ia sendiri menciptakan kesulitan bagi paus.
Aleksander adalah seorang ahli di bidang seni dan murah hati bagi para senima yang suka ia undang untuk bertemu dan mendiskusikan ide-ide serta mencari solusi. Kemungkinan besar dia yang memberikan ide kepada Bernini untuk pemasangan tiang-taing monumental yang memagari lapangan St. Petrus. Ia secara aktif memikirkan ukiran ‘agung’ yang menghiasi Basilka St. Petrus. Dia mendirikan perpustakaan Unicersitas (Aleksandrina) yang masih dipakai hingga sekarang. Ia wafat pada 22 Mei 1667. Bernini membangun makamnya, salah satu makam terindah di Roma.
|